Kamis, 18 Juni 2015

Kunci Sukses Isis Adalah Mantan Anggota Sadam Husein

Standard
Kunci Sukses Isis Adalah Mantan Anggota Sadam Husein
Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memperkuat cengkramannya di sebagian besar wilayah Irak dan Suriah. Kunci sukses pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, ternyata selama ini membangun 'kekhalifahannya' dari sisa-sisa militer yang setia pada Saddam Hussein.

Dilansir Reuters, Selasa (16/6), Baghdadi menjalin hubungan dengan para loyalis Saddam saat menjadi tahanan Amerika Serikat. Hubungan itu terjalin selama pendudukan AS di Irak. Ia kerap menyampaikan pesan, penguasa Irak tak bisa mencegah invasi AS, hingga kepemimpinan jatuh ke tangan Syiah.

Dalam narasinya yang berbau agama dan sektarian, para militan ISIS disebut tengah berada dalam misi menebus negara Arab yang terjatuh api dengan pedang. Ini ditunjukkan ISIS dari video-video eksekusinya yang kerap melakukan pemenggalan atau pembakaran.

Faktor lain yang penting mendukung keberhasilan ISIS di luar aliansi loyalis Saddam dan ekstremis adalah lahirnya perang Irak. Bahdadi kemudian mengandalkan Sunni lokal dan suku mereka, sedangkan prekursornya lebih mengandalkan pejuang asing.

Namun meski banyak ribuan pejuang asing bergabung, ISIS disebut memiliki kekuatan yang terdiri dari 90 persen militan Irak dan 70 persen Suriah, di dua kubu utamanya. Di sana mereka memiliki sekitar 40 ribu pejuang dan 60 ribu pendukung.

Kakek Yang Ingin Mengelar Kontes Mengambar Nabi Muhammad

Standard
Kakek Yang Ingin Mengelar Kontes Mengambar Nabi Muhammad
Warga negara New Hampshire, Jerry DeLemus (60 tahun), mencetuskan aksi seni yang kebablasan. Atas nama kebebasan, kakek tua itu berencana menggelar kontes menggambar kartun Nabi Muhammad SAW Agustus mendatang.

Kontes demikian bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, dua warga negara Amerika Serikat dari komunitas non-muslim, Pamela Geller dan Jon Eric Ritzheimer, pernah pula menghelat acara kontroversial “Draw Muhammad” yang mengundang reaksi dan hujatan.

Penistaan agama itu berujung pada tanya: siapa mereka sebenarnya? Penggagas acara sebelumnya, Jon Eric Ritzheimer, adalah mantan sersan di marinir AS. Ia bertugas dua kali di Irak, tahun 2005 dan 2008. Sedangkan Pamela Geller adalah aktivis perempuan yang terang-terangan anti-syariah.

Sementara, Jerry DeLemus lahir di Rochester, New Hampshire, Amerika Serikat pada 25 November 1954. Suami dari mantan anggota DPR New Hampshire itu aktif dalam koalisi New Hampshire Tea Party.

Veteran Korps Marinir Amerika Serikat (sekitar 1973) itu dikenal pula sebagai pemimpin kelompok Project Glenn Beck 9/12. Mantan Sersan tersebut sempat menjadi berita utama tahun lalu sebagai pemimpin milisi darurat yang berhadapan dengan agen federal dalam upaya untuk menghentikan penyitaan properti dari peternak Cliven Bundy di Nevada.

Pada 2014, ia juga mencalonkan diri sebagai sheriff di Strafford County, NH. DeLemus menganggap, kebebasan berekspresi yang dijamin oleh Amandemen Pertama mengalahkan keterbatasan berekspresi yang diatur oleh agama.

"Jika Anda kembali menjauh dari kebebasan sebagai warga negara sedikit demi sedikit, hal berikutnya, Anda tidak akan memiliki kebebasan yang tersisa,” ujarnya.

Hari Yoga Internasional

Standard
Hari Yoga Internasional
Jelang peringatan Hari Yoga Internasional setiap 21 Juni, Perdana Menteri India Narendra Modi menyarankan umat Islam dapat berpartisipasi dengan menyebutkan nama Allah. Bukan meneriakkan 'Om' atau membaca seloka.

Menteri yang menyelenggarakan acara yoga di Rajpath, India, Shripad Naik mengatakan, seloka tidak wajib. Seloka hanya lah doa tetapi tidak wajib. "Mereka bahkan dapat mengatakan nama Allah bukan nyanyian seloka-seloka. Saya meminta umat Islam untuk berpartisipasi dan menyatukan negara,’’ katanya seperti dikutip dari Huffington Post, Kamis (18/6).

Pada 11 Desember 2014, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi yang menyatakan 21 Juni sebagai Hari Internasional Yoga. Inisiatif itu dipelopori oleh Modi yang berbicara antusias tentang tradisi latihan India dan meditasi ketika tengah berkunjung ke New York, Amerika Serikat (AS) pada September 2014 lalu.

Tetapi perayaan hari yoga ini menemui kendala. Dewan Hukum Personal Muslim keberatan dengan usulan Modi dengan alasan bahwa umat Islam hanya bersujud pada Allah. Anggota parlemen kontroversial India Bharatiya Janata Part membalas dengan menunjukkan bahwa mereka yang keberatan dengan Surya Namaskar yang hormat ke matahari, harus pergi melompat di laut.

Pernyataan-pernyataan tersebut memicu perdebatan nasional apakah yoga termasuk dalam ritual agama atau bukan. Untuk mencegah hari yoga yang mengundang polemik, pemerintah Modi memutuskan untuk menghapus Surya Namaskar dari program resmi.

"Kami tidak memasukkan Surya Namaskar untuk menghindari kontroversi dan ini bukan ritual agama. Kami ingin seluruh acara berjalan lancar,’’ ujarnya. Sementara itu, Rajpath melakukan persiapan untuk menjadi tuan rumah lebih 30 ribu penggemar yoga pada 21 Juni mendatang.

Toilet Kopassus Lebih Wangi Dari Pemda

Standard
Toilet Kopassus Lebih Wangi Dari Pemda
Sejumlah toilet di Markas Komando Pasukan Khusus di Cijantung, Jakarta Timur, mendapatkan pujian dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau bisa yang di kenal dengan nama (Ahok). Menurut dia, toilet milik Kopassus bersih dan wangi.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mencoba menembak di lapangan tembak Koppasus, Cijantung, Rabu 17/6/2015. (Ys/kompas)

Basuki menilai, bersih dan wanginya toilet di Markas Kopassus karena TNI dan Polri lebih disiplin dalam menjaga aset-asetnya.

"Coba lihat toilet Kopassus, wangi. Ini toilet di pemda udah abisinberapa miliar, baunya tetap minta ampun. Jadi memang kedisiplinan yang penting," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Lapangan Tembak Makopassus, Cijantung, Rabu (17/6/2015).

Kedatangan Ahok ke sana memang untuk meresmikan lapangan tembak International Particullar Shooting Club (IPSC) di Makopassus. Lapangan tembak tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI.

Ahok mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI tidak berkeberatan untuk membiayai aset TNI dan Polri di Jakarta. Dia percaya bahwa sarana yang dibangun di lahan TNI dan Polri akan lebih terawat.

"TNI dan Polri tentu lebih disiplin. Kalau kami mungkin PKL-nyaudah ada di mana-mana nih. Tolong dijaga baik juga nih pohon hijaunya," ujar Ahok.

Ahok pun mengutarakan khayalannya untuk menjadikan lapangan tembak itu sebagai tempat wisata. Ahok menyebut itu sebuah khayalan karena memang sekadar impian tanpa memperhatikan peraturan yang ada.

Ahok mengatakan, menjadikan lapangan tembak sebagai tempat wisata akan menambah pemasukan buat DKI. Lapangan tembak pun akan selalu dipenuhi kegiatan.

"Kenapa enggak boleh jadi tempat wisata? Turis bisa ke sini, mancing di sini. Kenapa enggak buat tur untuk turis. Turis datang belajar nembak. Asal jangan teroris aja diajak belajar nembak, ha-ha-ha," ujar Ahok.

Komandan Jenderal Kopassus Mayjen (TNI) Doni Munardo pun menyampaikan bahwa aset ini bisa digunakan oleh pihak lain asalkan sudah ada kejelasan mengenai latar belakang pihak yang ingin menggunakan aset tersebut.

"Kopassus juga punya shooting club sehingga lapangan ini bisa digunakan pada malam. Hari libur biasanya buka dari pagi sampai sore," ujar Doni.

(Ys/kompas)

Minggu, 14 Juni 2015